
Masih bingung pijat perineum itu apa? Pijat perineum adalah teknik memijat dan meregangkan secara perlahan jaringan di antara vagina dan anus. Teknik ini biasanya dilakukan menjelang persalinan untuk membantu perineum beradaptasi dengan sensasi tekanan dan peregangan saat bayi lahir.
Apa Manfaat Pijat Perineum untuk Ibu Hamil?
Pijat perineum membantu membuat jaringan di sekitar jalan lahir lebih lentur. Jika dilakukan secara rutin menjelang persalinan, teknik ini dapat membantu:
- Mempersiapkan perineum menghadapi peregangan saat persalinan;
- Mengenalkan sensasi tekanan agar ibu lebih siap dan rileks;
- Mengurangi kemungkinan robekan yang memerlukan jahitan;
- Menurunkan kemungkinan dilakukannya episiotomi.
Namun, pijat perineum untuk bumil tidak menjamin persalinan normal tanpa robekan atau jahitan. Posisi bayi, elastisitas jaringan, proses persalinan, dan kondisi ibu juga turut memengaruhi hasilnya.
Kapan Pijat Perineum Mulai Dilakukan?
Pijat perineum umumnya dapat dimulai pada usia kehamilan sekitar 34–35 minggu. Durasi yang sering dianjurkan adalah sekitar 3–5 menit, sebanyak tiga hingga empat kali seminggu. Gunakan tangan yang bersih, kuku pendek, posisi nyaman, serta minyak atau pelumas yang sesuai agar gesekan tidak melukai jaringan.
Sensasi tertarik atau sedikit terbakar dapat muncul, tetapi pijatan tidak seharusnya menimbulkan rasa sakit tajam. Hentikan jika terasa sangat nyeri, terjadi perdarahan, air ketuban diduga pecah, atau terdapat infeksi vagina.
Apakah Semua Ibu Hamil Boleh Melakukannya?
Tidak selalu. Ibu dengan komplikasi kehamilan, risiko persalinan prematur, perdarahan, infeksi vagina, atau larangan penetrasi sebaiknya tidak melakukan pijat tanpa persetujuan dokter atau bidan.
Jadi, pijat perineum manfaat utamanya adalah membantu mempersiapkan jaringan dan sensasi menjelang persalinan. Diskusikan terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan agar waktu dan tekniknya sesuai dengan kondisi kehamilan.
