
Perbedaan nipple cream dan krim puting umumnya hanya pada bahasa penamaannya. Nipple cream merupakan istilah bahasa Inggris untuk krim puting, sedangkan pelembap puting menjelaskan fungsi produknya. Ketiganya dapat merujuk pada produk perawatan yang sama, tetapi komposisi dan petunjuk penggunaannya tetap perlu diperiksa.
Apa Bedanya Nipple Cream, Krim Puting, dan Pelembab Puting?
Saat memilih krim puting ibu menyusui, pahami arti istilah berikut agar tidak bingung membaca kemasan.
| Nipple cream | Istilah bahasa Inggris untuk produk krim perawatan puting. |
| Krim puting | Padanan bahasa Indonesia yang menyebut area penggunaan dan bentuk produk. |
| Pelembab puting | Istilah berdasarkan fungsi menjaga kelembapan; bentuknya bisa krim, balm, atau salep. |
Jadi, nama berbeda tidak otomatis menunjukkan manfaat berbeda. Dua produk bernama nipple cream sekalipun dapat memiliki formula dan aturan pakai yang berbeda.
Apakah Krim Puting Sama dengan Salep Puting Lecet?
Belum tentu. Istilah “salep puting lecet” bisa digunakan untuk menyebut pelembap maupun obat oles tertentu. Pelembap membantu merawat kulit kering, sedangkan obat antijamur atau antibiotik ditujukan untuk kondisi medis sesuai penilaian tenaga kesehatan.
Karena itu, jangan memilih produk hanya berdasarkan kata “salep” atau “krim”. Periksa bahan aktif dan tujuan penggunaannya.
Bagaimana Memilih Pelembap Puting?
Pilih produk yang ditujukan untuk area puting selama menyusui dan memiliki petunjuk jelas. Salah satu bahan yang umum digunakan adalah lanolin. Jika memilih lanolin nipple cream, perhatikan riwayat alergi dan hentikan penggunaan bila muncul iritasi.
Apakah nipple cream harus dibersihkan sebelum menyusui? Ikuti petunjuk masing-masing produk. Kesamaan nama tidak berarti semua formulanya boleh dibiarkan saat bayi menyusu.
Apakah Pelembap Cukup untuk Puting Lecet?
Pelembap merupakan perawatan pendukung. Puting lecet saat menyusui sering berkaitan dengan pelekatan bayi yang kurang tepat. Jika puting berdarah, pecah-pecah, atau nyeri setiap menyusui, segera minta bantuan bidan, dokter, atau konselor laktasi.
